Penerapan Self-Service di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Pendahuluan
Layanan sirkulasi adalah  operasi perpustakaan pertama yang sudah otomatis karena kegiatannya yang rutin ataupun berulang-ulang serta tugas multifaset (misalnya, peminjaman, pengembalian, denda, pemberitahuan terlambat, dan pencatatan). Dengan diterapkannya teknologi  informasi kegiatan pengembalian dan peminjaman dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Biasanya layanan sirkulasi masih membutuhkan bantuan pustakawan akan tetapi sekarang dapat dilakukan sendiri atau self-service.
Ada tiga bentuk penerapan layanan mandiri ini yaitu, berbasis barcode, berbasis RFID (Radio Frequency Identificatin), dan penggabungan dari keduanya ( barcode dan RFID). Di UPT Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggunakan sistem layanan mandiri via MPS (Multi Purpose Station). Yang dimana memang layanan ini sangat cocok untuk diterapkan di perpustakaan.
Kajian Teori
Menurut Philip R.Nulman (2002;14) layanan adalah tentang bersikap sopan dan mengakui bahwa tugas perusahaan jasa yang sebenarnya bukan menjual produk atau jasa tetapi menjual apa yang sesungguhnya diinginkan dan dibutuhkan oleh pelanggan. Layanan adalah sebuah sistem untuk memutuskan pelanggan dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh teknologi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (2001:617) definisi mandiri adalah keadaan dapat berdiri sendiri, tidak bergantung kepada orang lain. Jika digabung dengan kata layanan menajdi frase layanan mandiri maka dapat didefinisikan bahwa layanan mandiri adalah layanan yang dilakukan oleh dan untuk diri sendiri tanpa bantuan orang lain atau tidak tergantung kepada orang lain.
Abdul Kadir dan Terra Ch.Triwahyuni (2008;178) menerangkan bahwa RFID atau Radio Frequency Identificatin adalah piranti yang memanfaatkan gelombang frekuensi radio untuk mengirimkan data dari sesuatu yang ditempeli RFID tersebut ke pelacak RFID. RFID memiliki kelebihan dalam hal keamanan, karena piranti RFID ini sulit untuk dipalsukan. Selain itu, piranti RFID tak memrlukan media kabel penghubung dan tak memerlukan area lurus bebas pandang, sehingga sangat sesuai untuk memonitor sesuatu dengan radius yang bervariasi tergantung kepada kekuatan pemancarnya.
Prosedur Peminjaman dan Pengembalian Koleksi Melalui MPS di UPT Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Mesin MPS
A.    Langkah-langkah atau proses peminjaman bahan pustaka melalui MPS sebagai berikut:
1.      Tekan “Borrow” untuk memulai proses peminjaman
2.      Masukkan KTM pada MPS, dengan posisi barcode menghadap keatas
3.      Letakkan buku pada lempengan mesin MPS agar terdeteksi oleh RFID-reader
4.      Tunggu beberapa saat sampai nomor barcode dan judul buku muncul dilayar
5.      Sentuh layar yang bertuliskan “Touch here to print receipt or exit” untuk memperoleh struk tanda peminjaman.
6.      Tunggu sebentar sampai kertas struk tanda peminjaman keluar dari mesin printer
7.      Diharapkan bagi para pemustaka untuk member tanda/stempel di halaman buku paling belakang buku pengembalian
8.      Proses peminjaman telah sukses.
B.     Langkah-langkah pengembalian bahan pustaka melalui MPS
1.      Tekan “Return” untuk memulai proses pengembalian bahan pustaka
2.      Letakkan buku pada lempengan MPS supaya terdeteksi oleh RFID-reader
3.      Tunggu beberapa saat sampai nomor barcode dan judul buku muncul dilayar.
4.      Sentuh “Touch here to print receipt or exit” untuk struk tanda pengembalian

5.      Tunggu sebentar sampai kertas struk tanda pengembalian keluar dari mesin printer.
Daftar Pustaka
Jundiah. 2015. Skripsi: Penerapan Layanan Mandiri Dalam Sistem Peminjaman dan Pengembalian Koleksi Berbasis RFID Pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Barat. Universitas Islam Negeri Syariif Hidayatullah: Jakarta.
Wibowo, Andrian Wahyu. 2010. Skripsi: Pemanfaatan Mesin MPS (Multi Purpose Station) Berbasis Teknologi RFID UPT Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga: Yogyakarta.




Komentar

Posting Komentar