Kegiatan Pada Layanan Sirkulasi: Bagian Peminjaman.

Pendahuluan
Perpustakaan selalu identik dengan layanan karena tanpa adanya layanan perpustakaan tidak akan ada. Layanan dalam sebuah perpustakaan perlu dilakukan dengan perencanaan agar layanan dalam perpustakaan berjalan dengan baik dan dapat digunakan secara tepat untuk memenuhi kebutuhan pemustaka.
Layanan sirkulasi bahan pustaka merupakan unsur penting dalam kegiatan perpustakaan. Dimana besar koleksi yang dimiliki sebuah perpustakaan , jika sirkulasi dan pemakaiannya tidak lancer, atau sedikit saja yang memanfaatkannya, maka kecil arti perpustakaan tersebut. Akan tetapi sebaliknya, jika kegiatan yang dilakukan oleh kegiatan sirkulasi lancar dan aktif, perpustakaan tersebut boleh dikatan baik.
Kegiatan layanan sirkulasi merupakan ujung tombak layanan perpustakaan, karena pada bagian sirkulasi inilah kali pertama pemakai harus berhubungan dengan masalah administrasi peminjaman. Dengan demikian, pengertian layanan sirkulasi dikenal juga sebagai layanan pemnjaman.

Kajian Teori
(Cintia, 2012)Menurut Lasa Hs (dalam Yakuhimo, 1991:1) kata sirkulasi berasal dari bahasa Inggris circulation yang berarti perputaran, peredaran, seperti pada sirkulasi udara, sirkulasi uang dan sebagainya. Dalam ilmu perpustakaan, sirkulasi sering dikenal dengan peminjaman, namun demikian pengertian pelayanan sirkulasi sebenarnya adalah mencakup semua bentuk kegiatan pencatatan yang berkaitan dengan pemanfaatan, penggunaan koleksi perpustakaan dengan tepat guna dan tepat waktu untuk kepentingan pengguna  jasa perpustakaan.
Salah satu kegiatan utama atau jasa utama perpustakaan adalah peminjaman buku dan materi lainnya. Kegiatan peminjaman ini sering dikenal dengan nama sirkulasi artinya peminjaman. Bagian ini, terutama meja sirkulasi, seringkali di anggap ujung tombak jasa perpustakaan karena bagian inilah yang pertama kali berhubungan dengan pengguna atau pemakai serta paling sering digunakan pemakai, karenanya untuk kerja staf sirkulais dapat berpengaruh terhadap citra perpustakaan. (Sulistyo-Basuki 1991:257)
Pengertian layanan sirkulasi menurut Rahayuningsih adalah layanan pengguna yang berkaitan dengan peminjaman, pengembalian, dan perpanjangan koleksi. Namun, layanan sirkulasi perpustakaan bukan hanya sekedar pekerjaan peminjaman, pengembalian, dan perpanjangan koleksi saja, melainkan suatu kegiatan menyeluruh dalam proses pemenuhan kebutuhan pengguna melalui jasa sirkulasi.
Menurut Karmidi Martoatmojo, sistem peminjaman yang paling awal ialah menggunakan buku catatan. Pencatatan nama-nama buku yang dipinjam dan nama peminjam ditulis dari hari ke hari dalam sebuah buku catataan. Sistem ini dikembangkan menjadi sistem ledger. Pencatatan buku-buku yang dipinjam ada pada halaman dimana nama seseorang peminjam berada. Ini juga masih menggunakan buku.
(Nurhadi, 1980)Yang dimaksud dengan peminjaman adalah pelayanan sirkulasi yang berupa kegitan pencatatan bukti bahwa pemakai meminjam bahan pustaka.
(Cintia, 2012)Koleksi yang dipinjamkan meliputi buku teks, buku bacaan, majalah yang lama, surat kabar yang lama, dan koleksi lain seperti guntingan surat kabar. Koleksi sumber, majalah yang baru, surat kabar yang baru, dan koleksi yang langka seperti referensi hanya boleh dibaca di ruang perpustakaan.

Kegiatan dibagian Peminjaman
a. Pendaftaran Peminjaman
b. Prosedur Peminjaman
c. Pemungutan Denda
d. Pengawasan Buku-buku Tandon
e. Waktu Peminjaman
f. Statistik Peminjaman
g. Pinjam Antar-perpustakaan (inter Library Loan)(Hartono, 2016)

Daftar Pustaka
Cintia, T. D. (2012). Sistem Layanan Sirkulasi Di Perpustakaan Proklamor Bung Hatta Bukittinngi. Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan Dan Kearsipan, 1.
Hartono. (2016). Manajemen Perpustakaan Sekolah. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Nurhadi, M. A. (1980). Pedoman Pelayanan Sirkulasi dan Referensi Perpustakaan Perguruan Tinggi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.



Komentar

Posting Komentar